"Saya perhatikan salah satu faktor terampil dalam networking internasional adalah ketika pada masa mudanya terbiasa dengan komunitas internasional. Ditaruh dalam forum inter menyambung karena skill itu menempel di badannya," ujarnya.
Ia melanjutkan, pelajar harus bisa mengekspos diri dengan mengikuti kegiatan-kegiatan yang relevan. Salah satu caranya dengan menghadiri konferensi-konferensi internasional.
Menulis juga bisa menjadi hal yang wajib dilakukan ketika atau setelah belajar di luar negeri. Misalnya dengan menulis mengenai negara sendiri ataupun negara yang didatangi karena ini bisa menjadikan jembatan untuk saling mengenal antarnegara.
"Kita datang untuk belajar tapi juga jangan lupa Indonesia punya banyak pelajaran yang bisa diambil manfaatnya oleh mereka dari luar," kata dia.
Ketika belajar ke luar negeri tentu akan belajar dan menguasi mengenai bahasa negeri tersebut untuk bisa berkomunikasi sehari-harinya. Namun ternyata masih banyak pelajar yang begitu pulang ke Indonesia keterampilan bahasanya tidak kuat.
"Maka kalau anda punya kesempatan untuk ke sana catat ini baik-baik anda berdosa jika pulang tidak kuasai bahasanya. Kita ingin seklai anak-anak Indonesia bisa menguasai bahasa internasional," tuturnya.
Meski demikian, hal-hal tersebut bukan berarti hanya bisa dipelajari jika bersekolah di luar negeri. Sebab, di dalam negeri pun bisa mendapatkan kemampuan tersebut asal mau melakukannya.