Dengan kembali dilakukan kajian yang lebih mendalam, pihaknya belum akan membuka sampai semua data-data didapatkan. Di sisi lain, Ery menegaskan konsep GLOW ini murni untuk edukasi.
"Pertimbangannya sebagai wisata edukasi saja, engga (ekonomi). Sebagai wisata edukasi. Edukasi terkait tanaman dan konservasi. Karena narasi di dalam GLOW itu adalah kita menceritakan tentang konservasi, sejarah Kebun Raya Bogor dan cerita tentang pentingnya tanaman-tanaman. Itu sudah biasa dilakukan di kebun kebun raya lain di dunia. Jadi bukan sesuatu hal yang baru. Kami paham sekali konsen konsen masyarakat mengenai konservasi dan research. Tapi kita pastikan kita tidak bisa bergerak semena-mena di dalam. Karena kita hanya operator jadi semuanya bertahap," pungkasnya.
Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya meminta kepada BRIN dan operator untuk kembali melakukan kajian yang lebih mendalam terkait rencana dibukanya wisata malam GLOW di Kebun Raya Bogor. Hal itu guna menjawab kekhawatiran publik yang berpotensi merubah marwah dari Kebun Raya Bogor.