Profesor Abd al-Fatah dalam sambutannya sempat menyinggung tentang pentingnya pendidikan untuk perjuangan. Karena itu, kata Anies, dia menegaskan bahwa Indonesia berjuang meraih kemerdekaan dengan ilmu dan pendidikan juga.
“Para perintis kemerdekaan hampir semua adalah pendidik, guru, kaum terdidik yang juga pejuang politik. Perjuangan itu dilakukan di berbagai front,” tuturnya.
Anies mengungkapkan, komitmen Indonesia kepada perjuangan Palestina bukan basa-basi. Indonesia, menurut dia, akan selalu bersama dan siap mendukung perjuangan Palestina sampai kapan pun, sampai Masjid al-Aqsha kembali berada di tanah merdeka bagi Bangsa Palestina.
“Temuilah sebanyak mungkin rakyat Indonesia. Tinggalkan jejak kebaikan sebanyak mungkin, dan jadikanlah Ramadan ini, menjadi bulan terbaik bagi kita semua,” kata Anies berpesan kepada para imam Palestina.
“Tali eratkan simpul persaudaraan antara Bangsa Palestina dan Bangsa Indonesia. Semoga merdunya suaramu jadi pemantik doa kolosal untuk kemerdekaan bangsamu. Semoga sujudmu di tanah merdeka di nusantara ini membawa keberkahan yang bisa mengantarkanmu untuk membuat tempat sujudmu di Baitul Maqdis jadi tanah yang merdeka bagi Bangsa Palestina. Selamat menjalankan ibadah di Bulan Suci Ramadan bagi semua,” ucap Anies pula.