“Kita sudah koordinasi terus, katanya mau dibangun dua lantai, tapi kalau tidak ya namanya dzolim,” ujar dia.
Gudang logistik BPBD seluas 106 meter persegi terpaksa dimanfaatkan 94 siswa kelas 1-6 SD Negeri 1 Ridogalih. Para siswa merasa sulit berkonsentrasi belajar karena satu ruangan gudang di sekat-sekat menjadi enam kelas. Selain ramai, siswa kepanasan menjelang siang karena atap gudang dari seng. Belum lagi, tidak ada toilet di sekitar gudang.
“Enggak nyaman, panas, berisik. Sudah dua tahun seperti ini, terganggu. Kalau pipis ke sawah,” kata salah satu pelajar kelas VI Syahidin Nur Ali.