"Saya kira harus diperlihatkan dan gali terus potensi desa wisata yang ada selain di kawasan Puncak. Potensi pengunjung wisata ini harus didukung dengan pengembangan yang tepat sehingga sektor pariwisata mampu mendongkrak pendapatan daerah dan ekonomi daerah," katanya.
Salah satu strategi pembangunan sistem tata kelola pariwisata adalah meningkatkan peran dan pengembangan desa dalam pariwisata. Dirinya sudah berkeliling dan melihat mulai dari wisata alam danau hingga wisata edukasi banyak desa yang memiliki potensi luar biasa seperti Desa Batu Layang, Situ Rawa Gede, Situ Lebak Wangi dan lainnya.
"Secara nasional, menurut Menparekraf Sandiaga Uno, beberapa bulan terakhir ini lapangan kerja meningkat sekitar 70 persen akibat pekerjaan baru di sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf), ini bisa menjadi tanda-tanda awal dari kebangkitan sektor Parekraf dan semoga kondisi ini akan terus membaik,” ujar Ade Yasin.
“Alhamdulilah penganguran juga menurun di Kabupaten Bogor dari sebelumnya tahun 2020 14,29 persen dengan pemulihan ekonomi sudah berkurang jadi 12,22 persen artinya walaupun pandemi kita tetap menggiatkan perekonomian terutama ekonomi kreatif, UMKM juga terus berjalan," ujarnya.
Kemudian, Pemkab Bogor memiliki bus panggung pertunjukan yang dibeli sebelum pandemi Covid-19. Fasilitas itu bisa memberikan ruang seluas-luasnya kepada kaum milenial untuk lebih berkreasi.
"Kita bisa berkeliling ke Pakansari, Jonggol, Cariu, lapangan dimanapun ada tempat terbuka di seluruh Kabupaten Bogor bisa menampilkan kreasi anak muda apakah band yang sedang hit atau tarian dan lain-lain. Terpenting ada tempat untuk mengeksplore diri bagi kaum milenial," katanya.