Usut Mafia Tanah, Polisi Temukan Sertifikat yang Tertahan 3 Tahun saat Geledah Kantor BPN Jaksel

Irfan Ma'ruf
Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi memimpin penggeledahan kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Selatan (Jaksel) terkait kasus mafia tanah. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Polisi menggeledah kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Selatan (Jaksel) terkait kasus mafia tanah. Hasilnya polisi menemukan sertifikat tanah yang tertahan hingga tiga tahun. 

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengatakan penggeledahan dilakukan sebagai langkah lanjutan ditangkapnya pejabat BPN berinisial PS yang diduga menjadi sindikat mafia tanah. Sejumlah barang bukti ditemukan penyidik.

"Kita temukan sertifikat-sertifikat yang seharusnya sudah diserahkan dari tiga tahun lalu, tapi ternyata belum diserahkan. Ini kasihan masyarakat," kata Hengki di Jakarta, Kamis (14/7/2022).

Hengki mengatakan dalam kasus mafia tanah yang melibatkan pemodal, pejabat BPN serta instansi lainnya, mereka bersekongkol untuk mengambil hak masyarakat bahkan pemerintah dengan mengubah identitas. Bahkan mereka juga melakukan akuisisi tanah juga penahanan sertifikat. 

"Jadi artinya itu melibatkan beberapa instansi bahkan oknum BPN sendiri," ujarnya.

Editor : Rizal Bomantama
Artikel Terkait
6 hari lalu

Sempat Geledah Kantor BPN di Bogor, Polda Metro: Beda Perkara dengan OTT KPK

8 hari lalu

Sesumbar Mafia Tanah Ada Sampai Kiamat, 4 Orang Kepercayaan Nusron Malah Diciduk KPK

10 hari lalu

Kortas Tipidkor Polri Usut Dugaan Korupsi Tanah Milik Kementerian ATR di Bali, 9 Saksi Diperiksa

12 hari lalu

Sherly Tjoanda Curhat Kena PHP Kementeriannya Nusron Setahun, Tunggu Kepastian Lahan untuk Petani

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal