Tradisi Makare-kare merupakan tradisi yang berasal dari Desa Tenganan, Karangasem, Bali. Dalam tradisi ini, pria-pria dari desa tersebut akan melakukan pertunjukan perang dengan menggunakan daun pandan berduri sebagai senjata serta perisai rotan untuk menangkis serangan lawan.
Dikutip dari Dapobas Kemdikbud, tradisi perang pandan ini merupakan bagian dari ritual pemujaan masyarakat Tenganan kepada Dewa Indra.
Setelah selesai ritual ini, semua luka yang dialami peserta akan diobati dengan ramuan tradisional berbahan kunyit yang dipercaya ampuh menyembuhkan luka dengan cepat.
Tradisi ekstrem di Indonesia selanjutnya adalah pasola yang berasal dari Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur. Dikutip dari laman Pemerintah Kabupaten Sumba Barat, pasola berasal dari sola atau hola yang berarti kayu lembing.
Pasola merupakan tradisi perang adat dimana dua kelompok penunggang kuda saling berhadapan dan saling menyerang menggunakan lembing kayu. Darah yang jatuh di arena pasola ini oleh masyarakat setempat dianggap mampu membuat tanah menjadi subur sehingga hasil panen berlimpah.