Sumber rekrutmen kedua yakni jenjang pimpinan partai politik. LSI Denny JA menyimpulkan ada enam tokoh politik yang berpeluang menjadi capres. Mereka di antaranya Prabowo Subianto (Gerindra), Sandiaga Uno (PAN), Airlangga Hartarto (Golkar), Agus Harimurti Yudhoyono (Demokrat), Puan Maharani (PDIP), dan Muhaimin Iskandar (PKB).
Ketiga adalah tokoh yang berasal dari jenjang jabatan pemerintahan. Sedikitnya ada empat tokoh yang berpeluang. Mereka di antaranya Sri Mulyani (Menteri Keuangan), Budi Gunawan (Kepala BIN), Tito Karnavian (Kapolri), dan Gatot Nurmantyo (mantan Panglima TNI).
Keempat, faktor kejutan. Tokoh yang masuk kategori ini adalah tokoh yang saat ini belum muncul menjadi capres potensial di pilpres 2024 dari semua sumber rekruitmen. Kategori tersebut perlu dimasukan karena berkaca pada pengalaman Pilpres 2014.
"Saat itu, lima tahun sebelum Pilpres 2014, Jokowi adalah tokoh yang tidak masuk radar capres 2014. Namun dua tahun menjelang pilpres, pasca Pilkada DKI Jakarta, Jokowi muncul sebagai salah satu figur baru yang sangat diperhitungkan pada Pilpres 2014," tuturnya.
Selain nama-nama di atas, masih banyak nama lain dari berbagai sumber rekruitmen yang tentunya punya potensi sebagai capres. "Pilpres 2024 masih lima tahun lagi. Namun pilpres yang tidak akan diikuti oleh petahana, mengharuskan semua capres potensial untuk segera pasang 'kuda-kuda' dan berkampanye lebih awal," kata Rully.