Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan mengapresiasi peran Kemenag dalam mendorong nilai-nilai agama berkontribusi terhadap persatuan nasional, penguatan integritas, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Syahganda menyebut tiga hal yang menjadi perhatiannya, yakni peran agama dalam memperkuat persatuan, membangun kesadaran antikorupsi, dan mendukung pembangunan manusia melalui pendidikan serta beasiswa.
“Dari Bakom, kami sangat mengapresiasi tiga hal yang saya catat tadi. Pertama, Bapak Menteri Agama dan jajarannya telah berhasil meningkatkan agama sebagai alat persatuan nasional,” katanya.
Dia juga menilai nilai-nilai agama dapat membantu membangun kesadaran masyarakat untuk menjauhi perilaku koruptif dan menjaga integritas. “Yang kedua, telah berhasil menjadikan agama sebagai alat pembebasan dari budaya korupsi,” ujarnya.
Adapun aspek ketiga adalah kontribusi agama dalam pengembangan sumber daya manusia, antara lain melalui pembelajaran jarak jauh dan beasiswa pendidikan.
Syahganda mengatakan penyampaian capaian dua tahun Asta Cita merupakan bagian dari pertanggungjawaban pemerintah kepada masyarakat. Dia juga berharap media tidak hanya menyampaikan capaian, tetapi turut menyuarakan keluhan masyarakat dan persoalan yang masih memerlukan penanganan.
“Respons dari teman-teman media adalah hal yang kami harapkan untuk kami sampaikan kepada Bapak Presiden dan pemerintah,” katanya.
Paparan capaian tersebut menunjukkan luasnya cakupan program Kemenag, mulai dari pendidikan dan kesejahteraan guru hingga pemberdayaan ekonomi serta kerukunan umat. Tantangan berikutnya adalah memastikan program-program tersebut berjalan tepat sasaran dan menghasilkan dampak yang terukur bagi masyarakat.