25 Merek Beras Fortifikasi Abal-Abal bakal Ditarik, Mentan: Cabut Izinnya dan Proses Hukum

Rohman Wibowo
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman dalam konferensi pers penanganan beras fortifikasi tak memenuhi syarat di Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (15/9/2026). (Foto: Dok. Kementan)

Amran menegaskan, beras merupakan komoditas pangan strategis sehingga tata niaganya perlu dijaga. Menurut dia, persoalan di sektor perberasan dapat berdampak terhadap stabilitas negara.

Dia juga menyinggung dukungan pemerintah di sektor hulu melalui subsidi senilai Rp144 triliun untuk benih, pupuk, traktor, dan irigasi. Dukungan tersebut disebut menghasilkan gabah senilai Rp533 triliun.

Selain subsidi, pemerintah juga memiliki instrumen harga eceran tertinggi (HET), bantuan beras, serta kebijakan harga gabah untuk melindungi konsumen dan petani.

"Namun porsi terbesar dinikmati sekitar 50 konglomerat penggilingan padi senilai Rp259 triliun yang menyerap 51 juta ton gabah atau 80 persen dari total produksi 65 juta ton, sehingga penggilingan kecil berkapasitas 116 juta ton menjadi menganggur dan hanya kebagian 11 juta ton," ucap Amran.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
8 jam lalu

Amran Bongkar 25 Beras Fortifikasi Oplosan, DIjual hingga Rp57.000 per Kg!

12 hari lalu

90 Persen Sampel Beras Fortifikasi Terindikasi Melanggar, Kepala Bapanas: Sangat Merugikan Rakyat

1 bulan lalu

Bapanas Usut Beras Fortifikasi, 8 Produsen Diperiksa Intensif

1 bulan lalu

Amran Janji Awasi Ketat Program Beras Fortifikasi: Saya Mau Gebuk 2-3 Minggu ke Depan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal