Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Amran Bongkar 25 Beras Fortifikasi Oplosan, DIjual hingga Rp57.000 per Kg!
Advertisement . Scroll to see content

25 Merek Beras Fortifikasi Abal-Abal bakal Ditarik, Mentan: Cabut Izinnya dan Proses Hukum

Selasa, 15 September 2026 - 15:28:00 WIB
25 Merek Beras Fortifikasi Abal-Abal bakal Ditarik, Mentan: Cabut Izinnya dan Proses Hukum
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman dalam konferensi pers penanganan beras fortifikasi tak memenuhi syarat di Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (15/9/2026). (Foto: Dok. Kementan)
Advertisement . Scroll to see content

Amran menyebut, selisih harga yang diduga menjadi keuntungan dari praktik tersebut rata-rata mencapai Rp22.000 per kg, bahkan bisa menyentuh Rp44.100 per kg. Jika dihitung untuk satu truk berkapasitas 10 ton, keuntungan tersebut disebut mencapai Rp440 juta.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), beras premium dan fortifikasi mencakup 39 persen dari stok nasional. Dia menyebut, beras premium kini banyak yang tidak terlihat di pasaran dan diduga beralih menjadi produk berlabel fortifikasi.

Menurutnya, penarikan dilakukan karena praktik tersebut dinilai membajak komoditas yang seharusnya diperuntukkan bagi kelompok rentan. Fortifikasi beras ditujukan untuk membantu pemenuhan gizi masyarakat, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, serta kelompok masyarakat miskin.

"Tujuan fortifikasi adalah untuk ibu hamil, menyusui, mencegah stunting, dan orang miskin, tetapi sekarang beralih menjadi jilid dua setelah kasus premium tahun 2025 yang merugikan Rp98 triliun sehingga tidak pernah ketemu target pemerintah jika dijual Rp50.000," tuturnya.

Saat ini, Bareskrim Polri masih mendalami kasus tersebut, termasuk menghitung kerugian dan kemungkinan penetapan tersangka. Proses tersebut ditargetkan rampung dalam satu hingga dua bulan ke depan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut