JAKARTA, iNews.id - Kembalinya Friendster ke dunia digital benar-benar di luar dugaan. Platform yang sempat 'mati' sejak 2015 itu kini bangkit dengan wajah baru yang jauh berbeda dari versi lamanya.
Di tengah kejenuhan pengguna terhadap media sosial modern, kemunculan Friendster justru terasa seperti angin segar.
Ya, dulu Friendster sempat menjadi pionir jejaring sosial sebelum akhirnya tersingkir oleh raksasa seperti Facebook, Instagram, dan X. Namun kini, ketika platform-platform tersebut dipenuhi algoritma agresif, iklan, dan konten viral tanpa henti, Friendster datang membawa konsep yang berlawanan.
Alih-alih mengejar popularitas dan engagement, Friendster justru ingin mengembalikan esensi media sosial sebagai alat untuk terhubung dengan orang yang benar-benar dikenal. Tanpa drama, tanpa manipulasi, dan tanpa kebisingan digital yang melelahkan—sebuah pendekatan yang langsung mencuri perhatian publik.
Berikut 5 fakta menarik di balik comeback Friendster yang bikin publik penasaran.
1. Tanpa Iklan, Tanpa Algoritma, Tanpa Drama
Friendster hadir dengan janji yang terdengar mustahil di era sekarang, yaitu tanpa iklan, tanpa algoritma, dan tanpa manipulasi konten. Artinya, pengguna tidak akan dibombardir konten viral atau postingan asing yang tidak relevan. Semua kembali ke inti, yaitu berinteraksi dengan orang yang benar-benar dikenal.
2. Fokus ke Pertemanan Nyata, Bukan Viralitas
Berbeda dengan platform lain yang mengejar engagement, Friendster justru menolak konsep 'viral demi viral'. Tidak ada rage farming, tidak ada engagement bait. Platform ini hanya menghubungkan pengguna dengan lingkaran sosial nyata, tanpa rekomendasi orang asing.