JAKARTA, iNews.id - Prajurit TNI AD berinisial S (22) tewas diduga menjadi korban penganiayaan. S diduga dikeroyok sekumpulan orang menggunakan senjata tajam.
Kapolsek Penjaringan, AKBP Febri Isman Jaya mengatakan polisi tengah melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Namun dia belum bisa merinci lebih lanjut soal kasus tersebut.
“Masih dalam proses penyelidikan,” ucap Febri ketika dikonfirmasi wartawan, Minggu (26/01/2022).
Meski demikian polisi berhasil mengungkap sejumlah hal usai melakukan beberapa tahap penyelidikan. Berikut lima fakta yang dihimpun dari kejadian tersebut:
1. Prajurit TNI AD berinisial S (22) tewas setelah ditusuk
Prajurit TNI AD berinisial S (22) tewas setelah dikeroyok sejumlah orang di Penjaringan, Jakarta Utara. S meninggal setelah mendapat tusukan senjata tajam.
Kapolsek Penjaringan, AKBP Febri Isman Jaya mengatakan polisi masih terus melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.
2. Korban lain warga sipil berinisial SM kritis
Selain menewaskan prajurit TNI AD berinisial S, pengeroyokan itu mengakibatkan warga sipil SM terluka. Saat ini kondisinya kritis dan masih dalam proses perawatan di Rumah Sakit Atmajaya, Jakarta.
"Ada dua orang korban, satu meninggal dunia, satu korban masih dirawat di RS Atmajaya. Informasi seperti itu (korban anggota TNI AD). Ada saksi sudah kami periksa terkait peristiwa itu, pelaku lain masih dalam pengejaran," kata Kapolsek Penjaringan, AKBP Febri Isman Jaya.