JAKARTA, iNews.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 53.971 unit rumah rusak akibat gempa bumi Magnitudo (M) 7,7 Flores di Nusa Tenggara Timur (NTT). Data tersebut merupakan hasil pembaruan hingga hari kedelapan atau Sabtu (22/8/2026).
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan menjelaskan, dari total rumah rusak, 19.006 unit masuk kategori rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.
"Berdasarkan pembaruan data di hari kedelapan atau per Sabtu (22/8), tercatat sebanyak 53.971 unit rumah mengalami kerusakan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 19.006 unit masuk kategori rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan," ucap Berton dalam keterangannya, Minggu (23/8/2026).
Kerusakan rumah tersebut tersebar di tujuh kabupaten di NTT. Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah rumah rusak terbanyak, yakni mencapai 17.039 unit.
Di Manggarai Timur, sebanyak 6.713 rumah mengalami rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.