54 Juta Peserta Tak Aktif gegara Nunggak, BPJS Kesehatan Kehilangan Rp2 Triliun Tiap Bulan

Danandaya Arya Putra
Ilustrasi BPJS Kesehatan defisit Rp2 triliun per bulan karena 54 juta peserta tak aktif gegara nunggak. (Foto: ist)

Program Nadi JKN dikembangkan melalui dua skema layanan, yakni digital-kolektif dan konvensional-perorangan. Dua skema tersebut disiapkan untuk menjangkau kelompok masyarakat dengan karakteristik yang berbeda.

Melalui skema digital-kolektif, peserta mendaftar lewat platform mitra, seperti aplikasi digital dan ekosistem komunitas yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. 

Peserta kemudian dapat menabung secara berkala, baik harian maupun mingguan, melalui fitur yang disediakan mitra.Setelah dana tabungan mencukupi, mitra akan membayarkan iuran JKN peserta melalui virtual account yang terhubung dengan sistem BPJS Kesehatan.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
9 hari lalu

Suahasil Suntik Rp20 Triliun ke BPJS Kesehatan, Perkuat Kas dan Jamin Pembayaran Klaim

9 hari lalu

Rupiah Rentan Melemah terhadap Dolar, Destry Beberkan Biang Keroknya

10 hari lalu

Prabowo Minta Pasien BPJS Dilayani Tanpa Dibeda-bedakan, Waktu Antrean Dipercepat

20 hari lalu

BPJS: Pembiayaan Penyakit Ginjal Capai Rp7 Triliun hingga Juni 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal