7 Fakta Hasil Investigasi TPF Novel Baswedan, Nomor 3 Tetap Misterius

Irfan Ma'ruf
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. (Foto: Antara).

5. Air keras bukan untuk membunuh.
TPF menyimpulkan air keras yang digunakan untuk menyiram Novel tidak bertujuan untuk membunuh. Dari fakta ditemukan, zat kimia yang digunakan adalah asam sulfat (H2SO4) dengan kadar larut tidak pekat.

Efek zat kimia itu tidak mengakibatkan luka berat atau permanen pada wajah korban. Terbukti, baju gamis yang dikenakan Novel juga tidak rusak. Disimpulkan air keras itu bukan untuk membunuh, namun membuat Novel menderita.

6. Tak temukan pelaku.
Kendati telah melakukan serangkaian kegiatan mulai mewancarai saksi, reka ulang tempat kejadian perkara, pendalaman hasil penyidikan polri, hingga analisis CCTV, dalam enam bulan kerja TPF belum berhasil mengungkap pelaku serangan ke Novel tersebut.

”TPF telah memeriksa beberapa lokasi dalam penyelidikan kasus ini. Namun dari sejumlah tempat serta puluhan orang yang diperiksa, tim tidak menemukan alat bukti yang mencukupi dan meyakinkan bahwa saksi-saksi tersebut terlibat dalam tindak pidana baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama melakukan kekerasan terhadap korban Novel Baswedan,” kata Nur Kholis.

7. Teror diduga akibat excessive use of power.
TPF merekomendasikan kapolri membentuk tim teknis untuk mendalami probabilitas motif serangan. Hal itu mengacu pada kasus yang pernah ditangani Novel Baswedan di KPK.

TPF meyakini kasus-kasus tersebut berpotensi menimbulkan serangan balik atau balas dendam karena adanya dugaan penggunaan wewenang dengan secara berlebihan atau excessive use of power.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
Nasional
10 hari lalu

Bripda Mesias Siahaya Terancam 15 Tahun Penjara usai Aniaya Pelajar hingga Tewas di Tual

Nasional
1 bulan lalu

Eyang Meri Istri Jenderal Hoegeng Wafat di Usia 100 Tahun, Mabes Polri Berduka

Nasional
2 bulan lalu

Laras Faizati Divonis 6 Bulan Penjara Kasus Penghasutan, tapi Langsung Bebas

Nasional
2 bulan lalu

Kapolri Minta Maaf, Akui Polisi Masih Belum Sempurna

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal