Kemenkes mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, khususnya ketika kualitas udara memburuk. Jika terpaksa beraktivitas di luar, warga disarankan menggunakan masker untuk mengurangi paparan partikel dari asap.
Masyarakat juga diminta memperbanyak minum air putih dan memantau kualitas udara melalui ISPUnet yang terintegrasi dengan aplikasi SATUSEHAT. Langkah tersebut diperlukan agar warga dapat menyesuaikan aktivitas dengan kondisi udara di lingkungan masing-masing.
Untuk menangani masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat asap karhutla, pemerintah pusat dan daerah menyiagakan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Suyanti mengatakan, Kemenkes memastikan kesiapan 1.691 puskesmas di wilayah terdampak karhutla. Pemerintah juga menyiapkan 360 rumah sakit rujukan dan 87 laboratorium kesehatan masyarakat (labkesmas) untuk mendukung penanganan dampak kesehatan.
"Untuk penyiapan layanan kesehatan, tentunya kita cek bagaimana kesiapan pos layanan kesehatan, seperti di seluruh puskesmas di wilayah terdampak yaitu ada 1.691 puskesmas yang kita siagakan," katanya.