8 WNI Jadi Tentara Rusia, DPR Ingatkan Pemerintah Jangan Gegabah

Achmad Al Fiqri
Ilustrasi pasukan Rusia. (Foto: Kemhan Rusia via AP)

Sukamta mengingatkan informasi tersebut muncul di tengah perang Rusia-Ukraina. Menurutnya, berbagai informasi yang beredar dalam situasi perang harus diperiksa secara hati-hati, terutama jika sumber awalnya berasal dari pihak yang terlibat dalam konflik.

“Informasi dari pihak yang sedang berperang tentu boleh kita dengarkan. Bisa saja informasinya benar. Tetapi tugas kita adalah memeriksanya sendiri. Indonesia harus punya penilaian berdasarkan informasi yang dapat kita verifikasi,” katanya.

Dia juga menilai banyaknya pemberitaan mengenai suatu informasi belum tentu menunjukkan bahwa kabar tersebut telah dikonfirmasi dari banyak sumber.

“Kadang-kadang satu informasi dikutip satu media, kemudian dikutip lagi oleh media lain dan terus berputar. Akhirnya kelihatan seolah-olah sumbernya banyak. Padahal bisa jadi semuanya kembali kepada satu sumber yang sama. Banyak media memberitakan sumber yang sama tidak berarti kita mempunyai banyak sumber,” ujarnya.

Karena itu, Sukamta meminta pemerintah memanfaatkan seluruh jalur yang dimiliki untuk memperoleh kejelasan. Jalur tersebut antara lain melalui Kementerian Luar Negeri, perwakilan Indonesia di luar negeri, lembaga intelijen, maupun instansi terkait lainnya.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
2 bulan lalu

Modus Lowongan Kerja Palsu, 8 WNI Terjebak Jadi Tentara Bayaran Rusia

2 bulan lalu

Intelijen Ukraina Ungkap 8 WNI Jadi Tentara Rusia, Ini Respons BIN

2 bulan lalu

8 WNI Jadi Tentara Rusia, Wamen P2MI Duga gegara Tergiur Iklan

2 bulan lalu

Yusril: 8 WNI Gabung Tentara Rusia Harus Diverifikasi, Jangan Langsung Disimpulkan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal