JAKARTA, iNews.id - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menilai perguruan tinggi tidak harus menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau kuliah daring di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau. Namun, dia menyarankan mahasiswa membatasi kegiatan di luar ruangan.
Stella mengatakan pembelajaran tatap muka memberikan banyak manfaat bagi mahasiswa. Karena itu, dia menilai kampus tidak harus mengubah sistem pembelajaran menjadi daring di tengah sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
"Tidak harus daring sama sekali karena untuk universitas, karena kalau kita belajarnya di dalam itu kan tidak, sebenarnya manfaat kita belajar tatap muka itu kan sangat banyak," kata Stella saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2026).
Meski demikian, Stella menyarankan kegiatan mahasiswa di luar ruangan untuk sementara dibatasi, khususnya di wilayah Jakarta dan Lampung yang berpotensi terdampak sebaran abu vulkanik.
"Kalau ada kegiatan mahasiswa kita yang di luar, kalau saya sarankan yang di Jakarta, yang di Lampung, jangan dulu," kata Stella.