Meski kondisi di sejumlah wilayah mulai pulih, Tito mengakui pemerintah masih menghadapi tantangan untuk menuntaskan pemulihan bencana di tiga provinsi di Sumatra. Curah hujan tinggi memicu banjir dan longsor susulan, bahkan di wilayah yang sebelumnya sudah kembali pulih.
Menurut Tito, bencana susulan membuat proses normalisasi dan pemulihan harus dilakukan berulang kali. Akibatnya, upaya perbaikan infrastruktur membutuhkan waktu dan penanganan tambahan.
“Nah, jadi bencana Sumatra yang ada di tiga provinsi ini, bukan sekali kejadian selesai, tapi hujan sangat tinggi, curah hujan itu membuat bencana susulan lagi. Ini salah satu penghalang kita untuk melakukan normalisasi pemulihan,” ucapnya.
Tito mencontohkan, sejumlah jembatan yang telah diperbaiki kembali rusak setelah diterjang arus banjir bandang. Kondisi serupa juga terjadi pada jalur yang menghubungkan Aceh Tengah hingga Bireuen.
“Jembatan yang sudah dibangun terbawa arus lagi, banjir bandang. Di Aceh, antara Aceh Tengah, jalan sampai ke Bireuen yang sudah bisa dilalui, longsor lagi, PUPR harus bekerja lebih keras lagi,” tuturnya.