Pada jenjang Advance Diploma, siswa sudah mempelajari materi dasar perkuliahan sesuai bidang yang dipilih. Misalnya, bidang bisnis mencakup pemasaran, keuangan, hingga akuntansi.
Materi tersebut menjadi bekal bagi lulusan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana melalui skema pengakuan kredit atau credit transfer. Dengan skema ini, lulusan tertentu dapat melanjutkan kuliah langsung ke tingkat dua universitas, bergantung pada kebijakan dan kerja sama institusi pendidikan.
"Anak-anak A-Level kalau masuk kuliah pun masuknya ke tingkat satu. Tapi anak-anak dari advance diploma bisa langsung naik ke tingkat dua universitas. Jadi secara alur pendidikan, ini sebenarnya sudah memberikan advantage dan durasi serta keunggulannya lebih tinggi dari SMA," katanya.
Monic kemudian mengibaratkan perbedaan jalur pendidikan tersebut seperti perjalanan menggunakan pesawat. Ada siswa yang menempuh penerbangan langsung atau direct flight, sementara lainnya harus melalui jalur transit.
Meski memiliki rute dan tahapan berbeda, kedua jalur tersebut dapat mengarah pada tujuan akhir yang sama, yakni memperoleh gelar sarjana.
Namun, ketika dikaitkan dengan administrasi penyetaraan ijazah di Indonesia yang menggunakan jenjang formal SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi, Monic menilai SMA menjadi kategori yang paling mendekati Advance Diploma.
"Kalau ditanya yang paling mendekati itu apa? Apakah SMA? Ya, mungkin bisa dikatakan demikian karena ini sudah lebih tinggi dari SMP, tapi belum dapat ijazah S1," kata Monic.