JAKARTA, iNews.id - Tim Advokasi Anti-Kriminalisasi, Ahmad Khozinudin menilai materi yang dibawakan Pandji Pragiwaksono dalam acara stand up comedy bertajuk 'Mens Rea' tidak bisa dilihat sepenggal. Dia menyebut materi itu harus dilihat secara utuh.
Ahmad menuturkan, sudah seharusnya seluruh pihak tidak berlaku tidak adil dengan memenggal kalimat dalam acara stand up comedy.
"Kalau kita melihat redaksi, kita harus mengaitkan kepada keseluruhan materi yang disampaikan dalam acara stand up comedy. Kita tidak boleh berlaku tidak adil dengan memenggal sekalimat tanpa mengaitkannya dengan konstruksi narasi yang hendak dibangun Pandji," ucap Ahmad dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Mens Rea Pandji, Lawakan atau Penghinaan' yang disiarkan di iNews, Selasa (27/1/2026).
Dia menyebut, materi Pandji Pragiwaksono di acara Mens Rea memuat sejumlah kritik, di antaranya syarat kepemimpinan dan preferensi pemilih terhadap pemimpin.
"Itu ada kritik di sana bahwa syarat kepemimpinan itu tak ansih soal salat, ada syarat lain dan memang dalam faktanya ada orang yang salatnya baik tapi tidak baik dalam kepemimpinan, meskipun fakta orang tidak baik salat itu bukan norma, itu juga bukan menggugurkan salat," kata dia.