"Isu kepercayaan publik ini penelitian Riera dan Brown di Amerika Latin itu memang yang parah, orang enggak percaya dengan hasil e-voting, kemudian kesiapan instrumen digital juga tidak siap," ucap George.
"Negara-negara besar seperti Jerman, Belanda itu memang menggunakan e-voting, Pak, tetapi kemudian dibatalkan, sekarang enggak mau lagi. Negara-negara maju sudah tidak mau memakai e-voting, pernah tetapi enggak jadi, berhenti mereka. Karena isu, masalah isu kepercayaannya diragukan terus," pungkasnya.