Akankah Krisis Nilai Tukar 1997 Terulang?

iNews
Kurs rupiah tembus Rp18.000 per dolar AS pada 4 Juni 2026 lalu, yang belum pernah terjadi sebelumnya. (Foto: Dok IMG)

Jadi, seberapa besar depresiasi yang dapat membuat rupiah masuk ke dalam krisis?

Untuk itu, kita perlu melihat kembali tahun 1997, dari akhir Juni sampai akhir September 1997 atau tiga bulan. Periode ini sangat menentukan. Selebihnya hanya merupakan dampak bola salju, menggelinding dan membesar. Sudah tidak penting lagi.

Kurs rupiah selama bulan Juli 1997 terdepresiasi sekitar 7,5 persen. Padahal pertumbuhan ekonomi pada semester I 1997 tercatat tinggi: 7,65 persen, masing-masing 8,5 persen dan 6,8 persen pada kuartal I dan kuartal II 1997. Ekonomi Indonesia sangat kuat.

Menyikapi penurunan rupiah tersebut, Bank Indonesia (BI) memperlebar rentang intervensi kurs rupiah dari 8 persen menjadi 12 persen agar rupiah bisa bergerak lebih fleksibel dan mencapai titik keseimbangan baru tanpa menguras cadangan devisa.

Intervensi ini tidak banyak membantu. Kurs rupiah masih merosot sekitar 20 persen dari Juni hingga Agustus 1997. Kemerosotan tajam ini membuat investor was-was. BI juga was-was.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Dasco Apresiasi Terobosan Baru BI Perkuat Rupiah, Kurangi Ketergantungan pada Dolar AS

57 tahun lalu

Perkasa, Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.860 per Dolar AS

57 tahun lalu

Singgung Ketidakpastian Global, Purbaya: Rupiah di Kisaran 16.800-17.500 per Dolar pada 2027

57 tahun lalu

Purbaya Targetkan Rupiah Menguat Bertahap pada Semester II 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal