Akankah Krisis Nilai Tukar 1997 Terulang?

iNews
Kurs rupiah tembus Rp18.000 per dolar AS pada 4 Juni 2026 lalu, yang belum pernah terjadi sebelumnya. (Foto: Dok IMG)

Ketika dolar mencapai titik kritis pertama, Rp20.000 per dolar AS, dan kepercayaan investor belum pulih, tekanan rupiah menuju Rp22.000 bisa bergulir lebih cepat. Karena rupiah tidak bergerak linier.

Sementara itu, ekonomi dalam kondisi distress. Inflasi naik, suku bunga naik, daya beli turun. Banyak perusahaan mengurangi kegiatan usahanya. Tingkat pengangguran naik.

Tulisan di atas menegaskan, tidak ada jawaban pasti atas pertanyaan "Akankah Krisis Nilai Tukar 1997 Terulang". Tetapi kondisional. Kalau capital outflow semakin deras, dan utang luar negeri masih seret, maka krisis nilai tukar sangat mungkin terjadi.

Tulisan ini bukan proyeksi, tetapi menceritakan peristiwa nilai tukar pada kuartal ketiga 1997 yang membuat Indonesia masuk krisis moneter, krisis ekonomi, dan akhirnya krisis politik.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Dasco Apresiasi Terobosan Baru BI Perkuat Rupiah, Kurangi Ketergantungan pada Dolar AS

57 tahun lalu

Perkasa, Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.860 per Dolar AS

57 tahun lalu

Singgung Ketidakpastian Global, Purbaya: Rupiah di Kisaran 16.800-17.500 per Dolar pada 2027

57 tahun lalu

Purbaya Targetkan Rupiah Menguat Bertahap pada Semester II 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal