Dia menambahkan seluruh proses hukum akan dijalankan secara profesional dan transparan. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden tersebut menyebabkan kerusakan ringan pada bangunan rumah doa.
“Sementara ini belum ada korban. Hanya kerusakan ringan, berupa pecah kaca,” ucapnya.
Dari informasi yang dihimpun, saat pembubaran terjadi saat jemaat GKSI tengah melangsungkan ibadah dan kegiatan pendidikan agama. Sekelompok warga kemudian mendatangi rumah doa dan meminta kegiatan tersebut dihentikan secara paksa.
Pemimpin jemaat GKSI Anugerah Padang Pendeta Dachi menyayangkan insiden tersebut dan mengajak semua pihak menyelesaikan masalah melalui dialog.
“Kami memahami adanya kekhawatiran dari warga. Tapi ini adalah tempat doa yang digunakan secara internal oleh jemaat. Kami berharap semua pihak dapat menempuh jalan dialog dan duduk bersama untuk mencari solusi,” ujarnya.
Dia juga mengapresiasi tindakan cepat aparat dalam menjaga situasi agar tidak semakin memanas.