Anak-Anak Rentan Kena DBD, Kemenkes Minta Sekolah Jadi Garda Terdepan!

Muhammad Sukardi
Ilustrasi nyamuk pembawa virus demam berdarah. (Foto: Pexels)

"Pendekatan kolaboratif berbasis bukti harus menjadi landasan dalam setiap implementasi program menuju target Indonesia Zero Kematian Akibat Dengue pada tahun 2030," tambahnya.

Menurutnya, sekolah bukan hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang untuk membentuk kebiasaan hidup sehat yang dapat dibawa anak hingga ke lingkungan keluarga.

Ketika siswa terbiasa menjalankan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M+ di sekolah, kebiasaan tersebut diharapkan ikut diterapkan di rumah. Dengan begitu, upaya pencegahan DBD tidak berhenti di lingkungan pendidikan, tetapi meluas ke masyarakat.

Selain sekolah, Kemenkes juga mengingatkan pentingnya keterlibatan orang tua dalam melindungi anak dari DBD. 

Orang tua diharapkan membiasakan anak menjaga kebersihan lingkungan, menghilangkan genangan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta memastikan anak terlindungi dari gigitan nyamuk saat beraktivitas.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
2 bulan lalu

Warning! Kematian akibat DBD Paling Banyak pada Anak Usia 5-14 Tahun

2 bulan lalu

Fakta Mengejutkan! 59% Kematian akibat DBD Terjadi pada Anak

2 bulan lalu

Jangan Anggap Sepele! Ini Jam Nyamuk DBD Paling Sering Menggigit Anak

2 bulan lalu

Anak Masuk Sekolah Lagi, Dokter Ingatkan Ancaman DBD Ikut Mengintai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal