Selain pengecekan fakta dan analisis disinformasi, teknologi AI dalam jurnalisme juga bisa digunakan untuk personalisasi dan otomatisasi konten, peringkasan dan penyusunan teks dan chatbot untuk interview dan survei publik.
Nezar mengatakan, media nasional bisa menerapkan model bisnis multiplatform dengan menyajikaN berita dibeberapa platform konten sekaligus. Kedua, menghadirkan konten show jurnalism yang fokus pada konten berita mendalam, spesifik dan menarik.
Ketiga, diversifikasi dan penyajian konten berkualitas melalui skema digital subscription. Terakhir pemanfaatan teknologi terkini seperti Artifcial Intelligence dalam kegiatan jurnalistik seperti pembuatan konten berita dan penerjemahan berita.
Konsolidasi Nasional, yang mengambil tema Eksistensi TV Berita dan Kemerdekaan Pers di Era AI, digelar dalam rangka memperingati hari jadi IJTI yang ke 26 tahun. Selain Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika, hadir dalam acara tersebut Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu, Karo Penmas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, dan pemimpin redaksi dari sejumlah stasiun televisi serta perwakilan pengurus IJTI dari seluruh provinsi.
Ketua Umum IJTI Herik Kurniawan mengatakan, teknologi kecerdasan buatan bisa memberi manfaat dan juga bisa menjadi ancaman.