Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menggelar Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) tentang kebijakan pangan, Rabu (30/6/2022). (Foto: Istimewa)
Raka Dwi Novianto

JAKARTA, iNews.id - Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menggelar Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) tentang kebijakan pangan, Rabu (30/6/2022). Rapat itu membahas kondisi terkini terkait dengan situasi pangan nasional dan antisipasi krisis global di bidang pangan serta berbagai upaya yang akan dilakukan untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

Rakortas itu dihadiri pula oleh Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, Kepala BNPB Suharyanto, Dirut BULOG Budi Waseso serta sejumlah pimpinan kementerian/lembaga lainnya.

“Rapat kali ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bapak Presiden terkait dengan ketersediaan pangan strategis, yang sampai bulan Juli ini relatif aman, baik dari sisi pasokan maupun stabilitas harga” kata Menko Airlangga ketika membuka Rakortas yang diselenggarakan secara hybrid di Loka Kretagama, Kantor Kemenko Perekonomian.

Terkait dengan beras, Indonesia memiliki ketersediaan pangan yang memadai hingga akhir tahun 2024. Bahkan dalam tiga tahun terakhir, Indonesia sudah tidak lagi melakukan impor beras. Rakortas tersebut juga mengisyaratkan Indonesia segera melakukan ekspor beras.

“Berdasarkan data dan neraca yang dipaparkan pada rapat internal dengan Bapak Presiden, stok per Desember 2021 adalah 7 juta ton dan stok Bulog lebih dari 1 juta ton, artinya kalau ekspor 200.000 ribu ton masih aman,” kata Menko Airlangga.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga beserta para menteri, dirut Bulog, dan Kemendag juga membahas tentang aspek regulasi, aturan, perizinan, dan kesiapan untuk pelaksanaan proses ekspor beras yang akan dilakukan.

Selain itu, juga dilakukan pembahasan mengenai bantuan beras BULOG tahun 2022 untuk 19,14 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan revisi regulasi (Perpres 48 Tahun 2016) untuk penguatan penugasan BULOG. Beberapa ketentuan yang akan diatur antara lain terkait penggunaan CBP (Cadangan Beras Pemerintah), pelepasan stok CBP, kriteria stok beras turun mutu, dan penggunaan dana untuk pelepasan stok.

Rakortas tersebut juga membahas mengenai program penyaluran jagung untuk peternak mikro kecil sebesar 50.000 ton dengan melakukan perpanjangan penugasan BULOG hingga 31 Juli 2022. Selain itu, juga dibahas terkait dengan transformasi kebijakan Pupuk bersubsidi mulai dari refocusing target subsidi menjadi 2 jenis pupuk dan 9 komoditas prioritas strategis, transformasi digital, dan revisi beberapa regulasi yang diperlukan.


Editor : Rizal Bomantama

BERITA TERKAIT