Sebaran kabut asap kini mencakup Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua, hingga NTT. Sejumlah bandara yang terdampak antara lain Bandara Iskandar di Pangkalan Bun, Supadio di Pontianak, Mutiara SIS Al-Jufrie di Palu, Sultan Babullah di Ternate, Pattimura di Ambon, Mozes Kilangin di Timika, Rendani di Manokwari, serta H. Hasan Aroeboesman di Ende.
Di Sumatera, gangguan akibat asap juga terpantau di Bandara Sultan Thaha di Jambi dan Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang.
Menurunnya jarak pandang dapat menghambat proses lepas landas dan pendaratan pesawat, serta pergerakan pesawat di sekitar bandara. Kondisi ini meningkatkan risiko operasional sehingga maskapai dan pengelola bandara perlu menyesuaikan jadwal penerbangan demi keselamatan.
Dampak kabut asap tidak hanya dirasakan penerbangan domestik. Kemenhub juga mencatat 14 penerbangan internasional dibatalkan akibat asap karhutla.
Pembatalan tersebut terdiri atas 12 penerbangan rute Singapura–Pontianak pulang pergi pada 12-23 September 2026 dan dua penerbangan rute Singapura-Palembang pulang pergi pada 15 Oktober 2026.