Selain itu, PIDI-PIDGI mengimbau masyarakat maupun rekan sejawat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait penyebab meninggalnya dr Siti Zahra.
"Kami berharap seluruh pihak dapat mengedepankan fakta yang telah disampaikan secara resmi, tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi maupun spekulasi, serta menghormati privasi dan martabat almarhum beserta keluarga yang ditinggalkan," tulis asosiasi.
Asosiasi juga mengingatkan bahwa penyebab suatu peristiwa tidak dapat disimpulkan secara terburu-buru karena bisa dipengaruhi oleh banyak faktor.
"Kami menghimbau seluruh pihak untuk menahan diri dari segala bentuk spekulasi mengenai penyebab meninggalnya almarhum. Mengingat setiap peristiwa dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor yang kompleks, tidak pada tempatnya bagi siapapun untuk menarik kesimpulan secara prematur mendahului proses yang berwenang," lanjut pernyataan tersebut.
Di sisi lain, PIDI-PIDGI menilai peristiwa ini harus menjadi momentum untuk memperkuat penyelenggaraan Program Internship Dokter dan Dokter Gigi Indonesia. Menurut mereka, evaluasi diperlukan bukan untuk mencari pihak yang bersalah, melainkan demi menciptakan sistem yang lebih aman dan berpihak pada keselamatan peserta.