"Cadangan nasional kita 20 hari. Harusnya tidak logis masa terjadi antre," ujarnya.
Selain kendaraan dengan tangki berkapasitas besar, Bahlil juga mengungkap ada indikasi kendaraan yang sengaja kembali mengantre meski tangki kendaraannya belum kosong. Dia menyebut pembelian yang dilakukan dalam sekali pengisian bisa mencapai 10 liter, 15 liter hingga 20 liter.
Bahlil pun meminta kerja sama dengan polisi untuk mengawasi praktik pembelian BBM bersubsidi tersebut. Pengawasan diperlukan untuk memastikan Pertalite yang diperuntukkan bagi masyarakat tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu.
Pemerintah, lanjut dia, akan melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan antrean sekaligus memastikan distribusi BBM subsidi berjalan sesuai peruntukannya.