Trauma Keracunan, Sekolah dan Orang Tua Siswa di Lombok Tengah Tolak MBG
LOMBOK TENGAH, iNews.id – Dampak kasus dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), berbuntut panjang.
Pihak sekolah beserta orang tua siswa SDN Beber bersepakat untuk menolak secara permanen program penerimaan MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mana pun.
Keputusan tersebut diambil atas kesepakatan bersama antara pihak sekolah, komite, serta wali murid lantaran trauma mendalam atas insiden keracunan yang menimpa puluhan siswa dan tenaga pengajar.
Ketua Komite SDN Beber, Surya Darmawan mengatakan, penolakan permanen ini merupakan bentuk kehati-hatian demi menjamin keselamatan dan kesehatan anak-anak di lingkungan sekolah.
Pihak sekolah juga secara tegas membantah tuduhan kelalaian guru yang sempat dituding sebagai penyebab terjadinya keracunan massal tersebut.
"Keputusan ini dibuat berdasarkan kesepakatan orang tua dan wali siswa lantaran mengaku trauma dengan MBG yang diduga menjadi penyebab anak-anak keracunan. Kami juga membantah tuduhan adanya kelalaian guru," kata Surya Darmawan, Senin (14/9/2026).
Senada dengan komite, salah seorang guru SDN Beber, Azian Liana, mengungkapkan rasa trauma serupa lantaran tak hanya murid, sejumlah guru yang turut mengonsumsi makanan tersebut juga mengalami gejala sakit hingga harus dirawat.