Bahlil Ungkap Perbandingan Waktu Impor BBM dari AS dan Timur Tengah: Selisih 20 Hari

Iqbal Dwi Purnama
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan impor BBM dari AS membutuhkan waktu yang lebih panjang dibanding dari Timur Tengah. (Foto: Ilustrasi/Freepik)

"Jadi minyak mentahnya itu 20 persen memang dari Middle East. Sisanya kita dapat dari Angola, Nigeria, Brazil, kemudian sebagian Amerika, sebagian dari Malaysia. Jadi itu pun kita sudah dapat penggantinya," tuturnya.

Sebelumnya, pemerintah telah menyepakati perjanjian pembelian minyak dan gas (migas) dari Amerika Serikat hingga 15 miliar dolar AS atau setara Rp253 triliun. Kontrak ini merupakan hasil kesepakatan dagang antara Indonesia dengan AS. 

"Ada kesepakatan juga untuk melakukan impor gas (LPG) dan crude oil, nilainya 15 miliar dolar AS per tahunnya," kata Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani beberapa waktu lalu.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
1 hari lalu

Pertamina Cari Sumber Impor Minyak Baru imbas Selat Hormuz Ditutup

Video
4 hari lalu

Prabowo Ingatkan Pentingnya Kemandirian Energi, Target Lepas Ketergantungan Impor BBM

Nasional
5 hari lalu

Prabowo Optimistis RI Tak Lagi Bergantung Impor BBM, Manfaatkan Sawit hingga Tebu

Nasional
11 hari lalu

Pemerintah Alihkan Impor Minyak ke AS Imbas Penutupan Selat Hormuz 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal