Banggar DPR Minta Pemerintah Pertajam Program Prioritas untuk Perkuat Fiskal

Felldy Aslya Utama
Ketua Banggar DPR, Said Abdullah meminta pemerintah mempertajam program prioritas dalam APBN 2026. (Foto: Felldy Utama)

Said menegaskan, meski program tersebut ditunda, bukan berarti dibatalkan. Tetapi sebagai strategi menegaskan pemerintah memiliki kantong tebal untuk menghadapi situasi yang sulit diprediksi.

Dia juga menyoroti kebocoran subsidi LPG 3 kg yang membengkak sampai 8,6 juta metrik ton per tahun. Program ini membengkak lantaran sistem distribusi yang masih terbuka sehingga tidak tepat sasaran. Banggar mengusulkan skema distribusi dengan teknik biometrik.

"Penajaman LPG 8,6 juta metrik ton per tahun kan naik terus tuh. Seharusnya pakai fingerprint aja, klik. Atau lebih canggih pakai retina mata. Nah itu saya yakin (konsumsinya) paling sekitar 5,5 juta (metrik ton) maksimal," ucapnya.

Sementara, terkait program prioritas Presiden Prabowo Subianto, Said memberi catatan berbeda terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih. 

Said menilai, program MBG bersifat wajib karena masuk klaster mandatory spending anggaran pendidikan.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah Hadapi Gejolak Ekonomi

57 tahun lalu

Chatib Basri Ungkap Kondisi Ekonomi RI Terkini: Enggak Seburuk yang Dibayangkan

57 tahun lalu

Chatib Basri Bongkar Biang Kerok Rupiah Tertekan, Kredibilitas Fiskal Jadi Sorotan

57 tahun lalu

Chatib Basri Beberkan 3 Tugas Menkeu Hadapi Tekanan Fiskal: Potong, Naikkan, Pinjam

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal