Bareskrim Ungkap Cara Teroris Jaring Anak lewat Medsos: Pakai Meme dan Video Animasi 

Puti Aini Yasmin
Anak direkrut masuk jaringan teroris lewat medsos dengan modus bagikan meme hingga video animasi. (Foto: Freepik)

"Propaganda diseminasi menggunakan video pendek, animasi, meme, serta musik yang dikemas menarik untuk bangun kedekatan emosional dan memicu ketertarikan ideologis," ungkapnya.

Lebih lanjut, Trunoyudo menjelaskan bahwa kerentanan anak yang terekrut jaringan terorisme terjadi karena memiliki latar belakang, seperti menjadi korban bullying, kondisi keluarga broken home, kurang perhatian keluarga, sedang mencari identitas, hingga kurang pemahaman agama.

"Maka dari hasil asesmen, kerentanan anak dipengaruhi sejumlah faktor sosial, bullying, broken home, kurang perhatian keluarga, pencarian identitas, jati diri, marginalisasi sosial, dan minim literasi digital dan pemahaman agama," kata dia.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
Nasional
6 hari lalu

KPAI Duga Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Tersistematis, Minta Ditutup Permanen

Health
17 hari lalu

5 Gejala Autoimun pada Anak Wajib Diketahui Orang Tua, Nomor 3 Kerap Diabaikan

Nasional
2 bulan lalu

Wow! Anak Indonesia Jadi Pengguna Internet Terbanyak ke-5 Dunia

Nasional
2 bulan lalu

WhatsApp Luncurkan Akun Khusus Anak, Orang Tua Pegang Kendali Penuh

Nasional
2 bulan lalu

Kemenkum Sebut Anak Alumni LPDP yang Pamer Dapat Paspor Inggris Masih Berstatus WNI

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal