Pertumbuhan ini menunjukkan tren positif dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) di atas 140 persen dalam lima tahun terakhir. Perubahan preferensi konsumen ke kendaraan ramah lingkungan dinilai menjadi sinyal kuat transformasi industri otomotif nasional.
“Kami ingin investasi kendaraan listrik tidak berhenti pada perakitan, tetapi terus berkembang menuju pendalaman struktur industri, termasuk baterai, komponen utama, dan rantai pasok nasional,” kata Setia Diarta.
Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara menilai industri otomotif Indonesia tengah mengalami perubahan struktural. Dominasi kendaraan berbahan bakar fosil mulai menurun seiring meningkatnya adopsi kendaraan elektrifikasi.
“Buktinya, penjualan mobil bermesin konvensional terus menurun. Sebaliknya, mobil elektrifikasi meningkat,” ujarnya.
Dari sisi pelaku industri, BYD Indonesia mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 65 persen hingga Maret 2026 dengan pangsa pasar mencapai 41 persen. Head of PR & Government BYD Indonesia, Luther T Panjaitan, mengatakan perusahaan terus memperluas jaringan untuk mendukung pertumbuhan tersebut.