BBM Bikin Menjerit, Mobil Listrik Dinilai Jadi Penumpang Pasar Otomotif

Dani M Dahwilani
Mobil listrik (EV) kini semakin dilirik masyarakat dan berpotensi menjadi penopang utama pertumbuhan pasar otomotif. (Foto: Dok iNews.id)

Pertumbuhan ini menunjukkan tren positif dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) di atas 140 persen dalam lima tahun terakhir. Perubahan preferensi konsumen ke kendaraan ramah lingkungan dinilai menjadi sinyal kuat transformasi industri otomotif nasional.

“Kami ingin investasi kendaraan listrik tidak berhenti pada perakitan, tetapi terus berkembang menuju pendalaman struktur industri, termasuk baterai, komponen utama, dan rantai pasok nasional,” kata Setia Diarta.

Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara menilai industri otomotif Indonesia tengah mengalami perubahan struktural. Dominasi kendaraan berbahan bakar fosil mulai menurun seiring meningkatnya adopsi kendaraan elektrifikasi.

“Buktinya, penjualan mobil bermesin konvensional terus menurun. Sebaliknya, mobil elektrifikasi meningkat,” ujarnya.

Dari sisi pelaku industri, BYD Indonesia mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 65 persen hingga Maret 2026 dengan pangsa pasar mencapai 41 persen. Head of PR & Government BYD Indonesia, Luther T Panjaitan, mengatakan perusahaan terus memperluas jaringan untuk mendukung pertumbuhan tersebut.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
2 hari lalu

Wuling Pastikan Aira EV Meluncur di GIIAS 2026, Harga di Bawah Rp200 Juta? 

3 hari lalu

Bakal Panaskan GIIAS 2026, Ini Alasan Hyundai Boyong Ioniq 3

4 hari lalu

Hyundai Siapkan Kejutan Mobil Listrik Prototipe 7-Seater di GIIAS 2026

4 hari lalu

BAIC T1 Meluncur di Indonesia, Bidik 16 Persen Pasar Crossover EV

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal