“Bisnis kami di Indonesia berbasis industri. Kami ingin bangun value chain. Dari sisi jaringan, kami kini memiliki 84 dealer di 48 kota,” katanya.
Sementara itu, CEO Degree Synergy International Andrea Suhendra menyebut meningkatnya jumlah model kendaraan listrik turut mendorong pertumbuhan pasar. Saat ini terdapat 74 model BEV di Indonesia, meningkat signifikan dibandingkan 2021 yang hanya 11 model.
Selain itu, harga kendaraan listrik yang semakin kompetitif juga menjadi faktor pendorong. Sejumlah model kini dipasarkan di kisaran Rp300 juta, sehingga semakin terjangkau bagi masyarakat.
Andrea memprediksi tren pertumbuhan kendaraan listrik akan terus berlanjut meskipun terdapat penyesuaian kebijakan pajak daerah. Menurut dia, biaya kepemilikan yang lebih rendah dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil tetap menjadi daya tarik utama bagi konsumen.
“PHEV layak diberi stimulus tambahan, tetapi bersyarat, karena bisa menjadi jembatan transisi untuk konsumen yang belum sepenuhnya siap ke BEV,” kata Andrea.