SMA 1 Tarakanita (Foto: MPI)
riana rizkia

JAKARTA, iNews.id -SMA Tarakanita 1 Pulo Raya, Jakarta Selatan merupakan salah satu sekolah Katolik perempuan di Indonesia yang mengajarkan tentang keputrian. 

Suster Kepala Sekolah SMA Tarakanita 1 Pulo Raya, Sr. Pauletta, CB, M.Pd mengatakan, bahwa keseharian murid di sekolah itu sama saja dengan sekolah lain. Namun, karena merupakan sekolah perempuan, maka yang membedakan adalah pelajaran tentang keputrian. 

"Untuk keseharian perempuan atau anak anak di SMA Tarakanita 1 sebagaimana anak-anak yang lainnya, namun karena sekolah putri, jadi untuk kesehariannya pasti ada pembiasaan- pembiasaan khusus untuk perempuan," katanya kepada MNC Portal saat ditemui di SMA Tarakanita 1, Jakarta, Rabu (13/7/2022). 

"Di sini ada namanya mata pelajaran keputrian, dan juga pendidikan karakter, nah itu di-mix. Yang dipelajari mata pelajaran keputrian berkaitan dengan putri-putri ya, ada tata krama, cara berbicara perempuan, cara berhias, hingga cara makan," sambungnya. 

Pendidikan tersebut, kata Suster Pauletta, diberikan agar murid di sekolah itu tidak hanya pandai secara akademis, namun juga dapat menjadi perempuan dengan pribadi yang luar biasa, bahkan bisa menjadi panutan bagi masyarakat luar. 

"Supaya anak- anak yang dididik di sini, sungguh-sungguh menjadi pribadi yang tidak hanya sekedar siswa. Tapi perempuan yang sungguh cerdas, berintegritas, berkarakter, dan tentu saja pandai secara akademis," katanya. 

Tidak hanya soal keputrian, memasak, hingga menjahit pun menjadi beberapa hal yang penting untuk dipelajari di SMA Tarakanita 1.

Sekolah perempuan yang terletak di Jalan Pulo Raya IV/17 /, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan itu ternyata juga merupakan tempat artis Dian Sastro menimba ilmu. 

Dian Sastro, kata Suster Pauletta, mengambil jurusan bahasa yang menjadi salah satu program studi unggulan SMA Tarakanita 1.

"Kalau berdasarkan kurikulum lama 2013, itu ada 3 program studi, yaitu bahasa, ipa dan ips, bahasa ini termasuk yang diunggulkan," ungkapnya. 

"Kemudian saat kurikulum merdeka ini, semua kelas 10 belum dijuruskan, di kelas 11 nanti mereka memilih paket mapel, sesuai peminatan, tapi itu masih baru dan belum dialami," sambung suster kepala sekolah itu. 

Meskipun merupakan sekolah perempuan, namun Suster Pauletta mengungkapkan bahwa murid tidak hanya mempelajari bagaimana menjadi perempuan yang baik, tapi juga diberikan kegiatan rutin tentang keagamaan. 

"Karena ini sekolah katolik, maka setiap bulan kami ada acara misa ekaristi setiap bulan, setiap hari juga kita lakukan doa," ucapnya. 

Bahkan, kata Suster Pauletta, sekolah perempuan itu tidak hanya menerima murid beragama Katolik, tidak sedikit juga yang beragama lain seperti Islam. 

"Kita juga menerima agama lain, agama muslim di sini diberikan kesempatan untuk salat. Kalau kita ada pembinaan agama katolik, mereka juga ada belajar tentang nilai kehidupan, memang kami tidak mengajarkan agama islam, tapi kami mengajarkan itu, bagaimana merek merefleksikan setiap peristiwa, dan apa maknanya," ucapnya. 

Sekolah dengan banyak ekstrakurikuler kebanggaan itu pun menerapkan subsidi silang bagi para peserta didik. "Biaya, itu tidak sama tiap orang, karena kami ada subsidi silang," katanya. 

Berdiri sejak Agustus 1962, SMA Tarakanita ini dikelola oleh para Suster CB dari Kongregasi Suster-suster Cinta Kasih Santo Carolus Borromeus.


Editor : Muhammad Fida Ul Haq

BERITA TERKAIT