Di tengah meningkatnya kebutuhan anggaran subsidi, realisasi penyaluran sejumlah komoditas bersubsidi juga mengalami pertumbuhan. Kenaikan tersebut mencakup bahan bakar minyak (BBM), LPG 3 kilogram, listrik, pupuk, hingga Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Pemerintah menempatkan subsidi sebagai instrumen APBN untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menopang aktivitas ekonomi. Dana yang bersumber dari penerimaan negara, termasuk pajak, dialokasikan kembali untuk membantu masyarakat menghadapi tekanan harga energi.
“Volume BBM naik 9,1 persen, LPG 3 kilogram naik 2,2 persen, pelanggan listrik bertambah 2,1 persen, pupuk naik 15,7 persen, dan KUR tumbuh 7,9 persen, membuktikan uang pembayar pajak bekerja efektif melindungi masyarakat dan menumbuhkan kegiatan ekonomi,” urai Suahasil.