Bengkak! Subsidi dan Kompensasi Energi Tembus Rp376,8 Triliun per September

Anggie Ariesta
Menteri Keuangan Suahasil Nazara ungkap pembayaran subsidi dan kompensasi membengkak. (Fotp: ist)

Di tengah meningkatnya kebutuhan anggaran subsidi, realisasi penyaluran sejumlah komoditas bersubsidi juga mengalami pertumbuhan. Kenaikan tersebut mencakup bahan bakar minyak (BBM), LPG 3 kilogram, listrik, pupuk, hingga Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Pemerintah menempatkan subsidi sebagai instrumen APBN untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menopang aktivitas ekonomi. Dana yang bersumber dari penerimaan negara, termasuk pajak, dialokasikan kembali untuk membantu masyarakat menghadapi tekanan harga energi.

“Volume BBM naik 9,1 persen, LPG 3 kilogram naik 2,2 persen, pelanggan listrik bertambah 2,1 persen, pupuk naik 15,7 persen, dan KUR tumbuh 7,9 persen, membuktikan uang pembayar pajak bekerja efektif melindungi masyarakat dan menumbuhkan kegiatan ekonomi,” urai Suahasil.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
10 jam lalu

Belanja Negara Tembus Rp2.660 Triliun di September 2026, Tumbuh 19%

12 jam lalu

Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi Naik, Menkeu Ungkap Angkanya

12 jam lalu

Menkeu Suahasil Punya 3 Wakil, Apa Saja Tugasnya?

1 hari lalu

APBN Tekor Rp319 Triliun di September 2026, Menkeu Suahasil: Memang Didesain Defisit

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal