Selain pengawasan, kerja sama tersebut mencakup edukasi gizi dan pendataan penerima manfaat untuk memastikan program menjangkau kelompok yang membutuhkan intervensi gizi.
Sudaryono menjelaskan, sasaran MBG tidak hanya peserta didik, tetapi juga kelompok non peserta didik, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B). Jumlah sasaran kelompok 3B mencapai sekitar 21 juta orang. Lebih dari 10 juta di antaranya telah menerima MBG, sementara cakupan penerimaannya masih perlu diperluas.
Dia menambahkan, perluasan cakupan penerima manfaat terus dilakukan seiring dengan aktivasi SPPG, terutama di wilayah dengan prevalensi stunting tinggi dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Melalui kerja sama tersebut, BGN berharap keterlibatan kader Posyandu dapat memperkuat pengawasan proses penyediaan dan distribusi makanan, sekaligus mendukung ketepatan sasaran program MBG.
“MBG ini adalah uang rakyat yang bersumber dari APBN. Karena itu, uang rakyat harus dikonversi menjadi makanan bergizi gratis yang benar-benar tepat sasaran dan memberikan intervensi gizi kepada penerima manfaat. Di sinilah pentingnya data yang benar, termasuk dengan bantuan kader Posyandu dan PKK,” katanya.