“Dan kami terus memonitor perkembangan pembelian valas sesuai dengan batasan itu. Jadi ini bagian dari upaya Bank Indonesia mengelola sisi demand. Jadi tadi yang pertama sisi demand-nya itu,” tegas Erwin.
Selain mengatur pembelian dolar AS tanpa underlying, BI juga mendorong diversifikasi mata uang dalam transaksi perdagangan dan investasi internasional melalui skema Local Currency Transaction (LCT).
Menurut Erwin, penerapan LCT dapat mengurangi konsentrasi penggunaan dolar AS dalam transaksi industri dan pelaku usaha.
Hingga September 2026, Indonesia telah mengimplementasikan kerja sama LCT dengan sembilan negara mitra utama. Negara tersebut yakni China, Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, Singapura, serta dua mitra teranyar, Hong Kong dan Timor Leste.