Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menyatakan dukungannya kepada Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam penanganan kasus tentang Hak Asasi Manusia (HAM). (Foto: MPI/Irfan Ma'ruf)
Irfan Ma'ruf

JAKARTA, iNews.id - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menyatakan dukungannya kepada Kejaksaan Agung dalam penanganan kasus tentang Hak Asasi Manusia (HAM) yang melibatkan TNI. Hal itu disampaikan Jenderal Andika saat berkunjung ke kantor Jaksa Agung ST Burhanuddin di Jakarta Selatan, Jumat (14/1/2022).

Bahkan Andika menegaskan TNI akan all out dalam membantu Kejaksaan menangani kasus dugaan pelanggaran HAM berat.

"Kedatangan saya untuk membuat dua institusi ini saling memahami. Termasuk beberapa proses hukum koneksitas yang sedang berlangsung, kita all out. Jadi Pak Jaksa Agung yakin bahwa kami akan mendukung penuh apapun yang beliau minta," kata Andika.

Dukungan diberikan karena Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) saat ini sedang melakukan penyidikan kasus dugaan pelanggaran HAM berat Peristiwa Paniai yang terjadi pada 2014. Penyidikan itu telah dimulai sejak Desember 2021.

Selain perkara HAM berat, TNI juga mendukung proses penanganan perkara koneksitas yang sedang berlangsung. Sejak 2021, Kejagung telah memiliki Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Militer (Jampidmil).

Salah satu perkara koneksitas yang telah ditangani Jampidmil adalah dugaan korupsi dana Tabungan Wajib Perumahan (TWP) AD periode 2013-2020. Dalam kasus tersebut, Jampidmil telah menetapkan Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI berinisial YAK dan Direktur Utama PT Griya Sari Harta berinisial NPP sebagai tersangka.

Sementara itu, Burhanuddin menjelaskan sudah banyak perkara koneksitas yang telah diselesaikan di persidangan. Setidaknya, ada 2.700 lebih perkara koneksitas yang melibatkan sipil dan militer. 

"Kita akan bertahap dan tentunya ada sejalan prioritas dan akan terus bergulir. Dan insya Allah akan selesaikan tunggakan itu," kata Burhanuddin.



Editor : Rizal Bomantama

BERITA TERKAIT