Biografi Raden Dewi Sartika, Pelopor Perjuangan Pendidikan Perempuan

Luthfi Fahmi Amali Umar
Berikut biografi Raden Dewi Sartika, pelopor pendidikan bagi kaum perempuan. (Foto: Dinas Kebudayaan DIY)

Dia memiliki keuntungan mengakses pendidikan karena lahir dari keluarga priyayi. Saat masih anak-anak, dia menimba ilmu di sekolah kelas satu bagi masyarakat non-eropa, Eerste Klasse School (EKS). Sekolah tersebut juga berisikan dengan murid-murid yang cerdas.

Dewi Sartika sudah tidak hidup bersama kedua orang tuanya sejak kedua orang tuanya diasingkan di Ternate oleh Pemerintah Hindia Belanda. Dewi Sartika diasuh oleh pamannya yang bernama Aria, dia adalah kakak kandung dari ibunya sekaligus Patih di daerah Cicalengka.

Dari pamannya, dia belajar mengenai kebudayaan Sunda serta mempelajari budaya dan adat bangsa barat dari Asisten Residen yang berkebangasaan Belanda. Meskipun kedua hal tersebut sangat bertentangan dengan peraturan era Hindia Belanda yang melarang perempuan mengenyam pendidikan.

Perjuangan Membangun Pendidikan Bagi Perempuan

Minat Dewi Sartika terhadap dunia pendidikan sudah terlihat sejak kecil. Dia sering bermain sekolah-sekolahan dengan teman-teman sebayanya. 

Saat melangkah ke dunia pendidikan, tantangan yang dihadapinya seolah tak terhingga. Akan tetapi tekad dan keyakinan yang kuat terkait pentingnya pendidikan bagi perempuan menjadi modal penting bagi perjuangannya.

Pelopor Pendirian Sekolah Pertama untuk Perempuan

Pada 1904, Dewi Sartika merintis sejarah pendidikan perempuan di Indonesia dengan mendirikan sekolah pertama yang dikenal sebagai "Sekolah Isteri" atau "Sekolah Dewi Sartika." Keputusan ini merupakan tonggak bersejarah, karena saat itu pendidikan bagi perempuan hampir tidak ada.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
2 hari lalu

Korupsi Sasar Perguruan Tinggi, KPK: Ancaman Serius Masa Depan Indonesia

8 hari lalu

Lomba 17-an Tak Biasa, Perempuan di Terminal Kalideres Adu Kuat Tarik Bus AKAP 20 Ton

12 hari lalu

HUT ke-81 RI, MNC Peduli dan MGMP PAI-BP Bekali 100 Pelajar dari 35 SMP di Jakpus dengan Pelatihan Kepemimpinan

25 hari lalu

MK Putuskan MBG Tak Boleh Pakai Anggaran Pendidikan, DPR: Bisa Fokus Tingkatkan Kesejahteraan Guru

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal