Sekolah ini bukan hanya tempat untuk belajar, tetapi juga wadah membentuk karakter, menginspirasi perempuan untuk mengambil peran dalam masyarakat, dan mengubah stereotipe yang mengikat mereka.
Pada masa itu, norma sosial mengenai peran perempuan adalah sebagai ibu rumah tangga yang terbatas dalam pekerjaan rumah dan keluarga. Dewi Sartika tidak hanya membuka pintu pendidikan bagi perempuan, tetapi juga menentang pandangan umum ini.
Dia menunjukkan bahwa perempuan juga dapat memiliki peran yang signifikan dalam dunia pendidikan dan masyarakat secara keseluruhan. Keberaniannya untuk menghadapi norma sosial yang kuat adalah inspirasi bagi banyak perempuan yang kemudian mengikutinya.
Dewi Sartika tidak hanya menjadi seorang pendidik, tetapi juga pemimpin yang memberikan teladan bagi para perempuan muda. Dia mengilhami mereka untuk mengejar pendidikan dan berkontribusi pada masyarakat.
Gerakan ini menjadi penting karena saat itu banyak perempuan yang merasa tidak memiliki akses atau hak untuk mengejar karier dan mimpi mereka. Dewi Sartika menunjukkan bahwa dengan pendidikan, semangat, dan tekad, semua hal itu bisa diwujudkan.