Blackout Sumatra Jadi Alarm Bahaya, Penguatan Transmisi Listrik Tak Bisa Ditunda

Aditya Pratama
Suasana objek wisata ikonik Jam Gadang di Kota Bukittinggi, Sumbar, yang gelap gulita saat terjadi black out di Sumatra, Jumat (22/5/2026). (Foto: iNews TV/Wahyu Sikumbang)

“Karena jalurnya melewati banyak wilayah, pembangunan transmisi memang membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaksana proyek, dan masyarakat,” ucapnya.

Agus menilai, percepatan pembangunan transmisi menjadi penting agar sistem kelistrikan Sumatra memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap gangguan di masa mendatang.

“Blackout di Sumatra harus menjadi momentum bersama untuk mempercepat penguatan jaringan transmisi. Tanpa percepatan pembangunan transmisi, risiko gangguan sistem akan terus meningkat seiring pertumbuhan kebutuhan listrik dan aktivitas ekonomi di Sumatra,” kata dia.

Diketahui, listrik di Jambi, Sumatra Barat, Riau, Sumatra Utara dan Aceh padam pada Jumat (22/5/2026) pukul 18.44 WIB. 

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan sejak awal gangguan terjadi pihaknya langsung bergerak melakukan pemeriksaan dan pemulihan sistem kelistrikan. Indikasi awal yang muncul, gangguan disebabkan cuaca buruk yang kemudian berdampak pada sebagian sistem kelistrikan Sumatra.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
7 hari lalu

El Nino Bikin Debit Air Turun, Kapasitas PLTA di Sulawesi Selatan Susut 650 MW

26 hari lalu

Target PLTS 100 GW Dikebut 3 Tahun, 250 Bendungan Disiapkan Jadi Ladang Energi Surya

3 bulan lalu

Dikaitkan dengan Isu Blackout Listrik, Jampidsus: Saya Tidak Paham

3 bulan lalu

Kortas Tipikor Polri bakal Periksa Kementerian ESDM terkait Korupsi Pengadaan Batu Bara PLTU

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal