JAKARTA, iNews.id - Fenomena sinar api atau blue fire muncul di kawasan Gunung Papandayan, Jawa Barat, pada 24 September 2026 dini hari. Fenomena langka tersebut teramati di area Kawah Manuk.
Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan fenomena serupa pernah tercatat pada 22 Februari 2023 dan 12 Juli 2025. Namun, dua kejadian sebelumnya teramati di dinding Kawah Baru.
“Evaluasi terhadap hasil pemeriksaan tersebut adalah bahwa kemunculan sinar api/blue-fire pada lokasi Manifestasi Panas Baru di kompleks Kawah Manuk menunjukkan adanya pelepasan panas yang cukup tinggi hingga mampu menyebabkan pembakaran material permukaan,” kata Lana dalam keterangannya, Minggu (27/9/2026).
“Serbuk berwarna menyerupai abu sisa pembakaran ditemukan di sekitar lokasi, yang kemungkinan berkaitan dengan proses pemanasan atau pembakaran material permukaan akibat paparan panas,” sambungnya.
Lana menjelaskan Kawah Mas yang berada di dekat lokasi Manifestasi Panas Baru tidak memperlihatkan perubahan rasio gas yang berarti. Data tersebut menunjukkan tidak ada indikasi perubahan sistem hidrotermal signifikan di bawah Gunung Papandayan yang berkaitan dengan kemunculan manifestasi panas baru di kompleks Kawah Manuk.