JAKARTA, iNews.id - Heboh fenomena blue fire muncul di kawasan Kawah Manuk, Gunung Papandayan, pada 23-24 September 2026. Fenomena api biru ini menarik perhatian karena selama ini blue fire lebih dikenal dari kawasan Kawah Ijen, Jawa Timur.
Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Daryono mengingatkan masyarakat tidak mendekati lokasi blue fire hanya untuk mendapatkan foto atau video. Menurut dia, fenomena tersebut berkaitan dengan lingkungan vulkanik aktif yang memiliki gas panas dan dapat membahayakan.
“Fenomena api biru (blue fire) yang baru-baru ini terlihat (23–24 Sept 2026) di kawasan Kawah Manuk Gunung Papandayan menarik perhatian masyarakat. Fenomena serupa paling terkenal di Kawah Ijen, Jawa Timur,” kata Daryono dalam keterangan tertulisnya, Minggu (27/9/2026).
“Namun di balik keindahannya, blue fire perlu dipahami sebagai pesan keselamatan, karena kemunculannya menunjukkan kita berada di lingkungan vulkanik aktif dgn gas panas yg dapat berbahaya,” sambungnya.
Daryono menjelaskan blue fire bukan lava berwarna biru. Nyala biru terbentuk ketika gas atau material kaya sulfur keluar dari rekahan dan fumarola dalam temperatur tinggi, kemudian terbakar saat berinteraksi dengan oksigen.