Faisal menjelaskan, proses peluruhan aktivitas gempa susulan masih akan berlangsung selama beberapa pekan. BMKG memperkirakan kondisi tersebut membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat minggu.
“Karena ini gempanya cukup besar 7,7 magnitudo, jadi peluruhannya memerlukan waktu kurang lebih 3 sampai 4 minggu ke depan,” katanya.
Dia memastikan masyarakat tidak perlu panik dengan kemungkinan terjadinya gempa besar dengan kekuatan serupa dalam beberapa hari atau pekan ke depan. BMKG terus memantau aktivitas kegempaan di wilayah NTT secara real-time.
“Masyarakat tidak perlu khawatir tentang itu, mohon tetap tenang bahwa kita terus memantau kondisinya, insya Allah dalam 3 sampai 4 minggu ke depan itu peluruhan akan terjadi,” ujarnya.
BMKG juga menempatkan personel di sejumlah wilayah terdampak untuk memberikan informasi dan pendampingan kepada masyarakat. Di Pulau Flores, terdapat empat Unit Pelaksana Teknis (UPT) BMKG yang berada di Labuan Bajo, Ruteng, Maumere, dan Larantuka.