BMKG Pantau Erupsi Gunung Anak Krakatau 24 Jam, Abu Vulkanik Terdeteksi hingga 50.000 Kaki

Binti Mufarida
Gunung Anak Krakatau. (Foto: Dok. ESDM/PVMBG)

Seluruh perangkat tersebut telah diatur dalam tsunami mode sehingga dapat memantau potensi tsunami hingga sekitar 150 kilometer (km) dari garis pantai.

Hingga Minggu (6/9) pukul 07.00 WIB, tsunami gauge BMKG belum mendeteksi potensi tsunami. Sementara itu, High-Frequency Radar Array juga menunjukkan probabilitas tsunami masih berada pada tingkat rendah.

“Meski demikian, BMKG tetap meningkatkan kesiapsiagaan dan pemantauan secara terus menerus,” kata dia.

BMKG juga mengoptimalkan citra satelit untuk memantau pergerakan abu vulkanik. Berdasarkan data pada Minggu (6/9/2026) pukul 08.00 WIB, abu vulkanik hingga ketinggian 20.000 kaki bergerak dominan ke arah timur, mencakup sebagian wilayah Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Sementara itu, abu vulkanik hingga ketinggian 50.000 kaki menyebar ke arah barat Gunung Anak Krakatau, mencakup Lampung, Bengkulu, Selat Sunda dan Samudra Hindia.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
7 jam lalu

Gunung Anak Krakatau Erupsi, BNPB Siapkan Evakuasi hingga Operasi Modifikasi Cuaca

8 jam lalu

Melihat Kesibukan di Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau

8 jam lalu

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Menyebar, Kualitas Udara 3 Daerah Sumsel Sangat Tidak Sehat

9 jam lalu

Presiden Prabowo Pantau Erupsi Gunung Anak Krakatau, Qodari: Keselamatan Masyarakat Prioritas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal